Saturday, September 13, 2008

Bursa Efek Indonesia Terbanting - Bubble Itu Meletus Juga Akhirnya

Akhirnya indeks BEI jatuh juga ke 1767 - titik terendah sepanjang 2008 pada Jumat, 12 September yang lalu. Namun, masih terdapat dugaan bahwa angka tersebut masih akan terus melorot ke level 1750-1680. Kalaupun itu terjadi, sungguh tragis dan malang nian nasib BEI di tahun ini. Setelah di 2007 disanjung sebagai salah satu bursa terbaik di Asia, saat ini nasibnya dapat dikatakan tidak ada bedanya dengan bursa di Shanghai yang terpuruk jatuh.

Pada Maret yang lalu, saya sempat menulis artikel yang pada intinya meragukan kinerja BEI. Bagi yang belum pernah membaca, silahkan klik Shanghai Stock Market - Contoh Bubble Market Nan Malang - saya berpendapat bahwa di BEI terjadi kenaikan indeks yang tidak wajar didorong oleh beberapa faktor sehingga tercipta bubble/inflated market. Selain artikel tersebut, ada beberapa artikel lain yang terkait dengan validitas dari kinerja BEI. Silahkan klik link ini, link 1, link 2, link 3

Berikut adalah grafik perbandingan beberapa indeks bursa yaitu Dow, Nikkei, Singapore dan BEI.
Sama seperti dengan kebanyakan pelaku pasar di BEI, maka saya selalu berharap agar indeks BEI dapat mencapai titik yang tertinggi. Namun fakta berbicara lain, sehingga perlu analisis yang cermat, mendalam dan rasional untuk dapat survive di dalam kondisi market yang sedang terpuruk ini.

Ada beberapa hal yang dapat dijadikan catatan penting yaitu sebagai berikut,

Pertama, indeks BEI akan sulit untuk kembali ke wilayah 2400 ke atas, terutama dalam tiga bulan ke depan. Sebagai pembanding, dapat menggunakan pergerakan harga saham dan indeks SSE yang terus mengalami kemunduran bahkan beberapa bulan sebelum Olimpiade (dimana ini sering dijadikan titik tolak perubahan arah indeks di SSE). Dengan kata lain, harga saham yang telah merosot akibat hilangnya bubble factor akan sangat sulit kembali ke wilayah terbaiknya. Ini terjadi akibat berubahnya wilayah normal dari PER industri ke wilayah yang lebih rendah (Sering terdengar keluhan bahwa harga minyak naik, harga saham di BEI turun, harga minyak turun, harga saham di BEI juga turun)

Kedua, jangan mudah terpancing rayuan yang mengatakan bahwa harga saham telah rendah dengan mengacu kepada faktor fundamental perusahaan terkait. Perlu dimengerti bahwa dalam pasar global, pengertian fundamental telah bergerak dari pengertian sempit yang hanya mencakup fundamental perusahaan/industri dan fundamental ekonomi nasional (makro) menjadi satu cakupan yang lebih luas dengan turut memperhitungkan fundamental global/regional. Saat ini fundamental ekonomi nasional masih tergolong bagus, namun tidak demikian dengan kondisi fundamental global yang telah jatuh terpuruk.

Ketiga, peran dari investor asing di BEI masih cukup dominan. Merosotnya nilai tukar Rupiah memberikan sinyal bahwa telah terjadi capital outflow dalam jumlah yang cukup besar. Bila kondisi politik stabil, ekonomi riil stabil maka besar kemungkinan keluarnya dana tersebut berasal dari pasar modal.

Terakhir, ada indikasi indeks BEI akan rebound di akhir Q308 sebagai upaya memoles kinerja saham blue chip sehingga tidak terkoreksi terlalu jauh. Harapan saya, situasi di pasar keuangan US membaik dalam satu minggu ke depan terutama kebijakan yang terkait dengan Lehman, FannyMae dan FreddiMac - sehingga membawa angin segar ke segala penjuru bursa di dunia.

6 comments:

Dprabo said...

Well done, Rudy. The bubble has finally been pricked. Emerging markets tidak hanya volatile, tapi juga bergerak sebagai lagging indicators of more developed markets. Untuk bisa naik kembali JSX harus menunggu bangkitnya market di negara-negara maju, kembalinya pertumbuhan ekonomi dunia, dan baliknya nafsu kembalinya investor terhadap resiko.

Anonymous said...

kenaikkan harga minyak menyebabkan naiknya indeks di sektor pertambangan. hal ini (mungkin) adalah salah satu penyebab bubble yang mengembung dimasa-masa kenaikkan kemarin.

nice post, mr rudy. I'm gonna follow this blog.

^_^

Anonymous said...

kalau mau beli AALI, saya prediksi sangat bagus... karena udah turun 2 kali...
pertama turun masalah Ekonomi,
kedua turun karena harga CPO

thanks,
www.udara.co.nr

Unknown said...

di jaman indeks bisa turun-naik lebih dari 10% dalam waktu 1 minggu, sudah turun 2 kali tidak menjamin kemurahan atau KELAYAKAN suatu saham untuk dibeli..

Anonymous said...

thanks ya infonya !!!

www.bisnistiket.co.id

Pinky said...

Yuk Gabung Bersama Kami Hanya di RoyalQQ

Minimal Deposit Hanya Rp 15.000

RoyalQQ juga membagikan Bonus TO 0.5% SETIAP HARI

Yuk daftarkan sekarang juga hanya di https://goo.gl/dQPyud

RoyalQQ Jalan Menujuh Kemenangan ^^