Wednesday, September 5, 2007

ASEAN Bond Portal – Wacana dan Realisasi

Sebenarnya sudah cukup lama saya ingin mengulas soal ASEAN Bond Portal (ABP) namun entah kenapa topic ini selalu keluar dari skala prioritas. Gagasan ini pertama kali saya ketahui pada bulan April 2007 sebagai salah satu gagasan yang dikemukakan dalam pertemuan menteri keuangan ASEAN. Gagasan yang bagus dan perlu dalam rangka menuju pasar keuangan yang terintegrasi di kawasan Asia Timur.

Gagasan mengenai bond portal bukanlah barang baru, bahkan tujuh tahun yang lalu gagasan ini sudah pernah dilaksanakan dan berakhir dengan kegagalan hanya dalam hitungan bulan. Setidaknya ada tiga bond portal yang mengalami nasib serupa yaitu asiabondportal.com, bondresources.com dan bondsinasia.com. Semua portal ini walaupun saat ini masih tetap bermukim di dunia maya tetapi tinggal sekedar nama. Lumayan buat mengingatkan para decision maker di ASEAN akan cerita tragis dari bond portal.

Dari ketiga bond portal tersebut, asiabondportal.com memiliki cerita yang paling memilukan. Portal ini disponsori oleh beberapa institusi keuangan dunia seperti The Commonwealth Bank Group, Deutsche Bank, ABN AMRO, UBS Warburg, JP Morgan, Government of Singapore Investment Corporation dan Daiwa SMBC serta dukungan resources lain yang memadai. Portal B2B yang ditujukan untuk securities dan institutional investors dengan memberikan pelayanan electronic trading dari OTC pasar obligasi Asia dan Jepang.
Sayangnya, hanya dalam waktu kurang dari enam bulan portal ini mendadak berhenti dari kegiatan operasional. Kenapa? Alasan utama adalah biaya operasional yang sangat tinggi dengan menggunakan stand alone platform sehingga dengan volume transaksi yang moderat sekalipun tidak akan layak. Pertanyaan berikut, bagaimana dengan hasil dari feasibility study, bukankah tanpa rekomendasi yang kuat dari hasil riset, portal ini tidak akan terwujud? Mengapa hasil dari feasibility study dan kenyataan sangat berbeda jauh?
Sampai disini saya tidak menjawab karena memang saya tidak pernah melihat hasil dari feasibility study tersebut.

Dugaan saya, variable dan asumsi yang digunakan dalam feasibility study terlalu optimis yang pada dasarnya suatu refleksi dari arogansi institusi keuangan tingkat dunia. Dengan bergabungnya sekian banyak institusi keuangan maka timbul suatu kepercayaan diri yang terlalu berlebihan dan optimisme pasar yang tidak rasional. Variable biaya transaksi di pasar obligasi sebenarnya sangat terukur walaupun memiliki perbedaan antara produk dan antara pasar. Sedangkan ukuran volume transaksi bisa sangat subyektif tergantung dari network dan kondisi pasar. Disinilah kemungkinan letak kesalahan proyeksi yang dilakukan. Terlalu tinggi, karena merasa kumpulan dari beberapa institusi keuangan besar.

Kembali mengenai ABP yang memiliki nafas yang serupa dengan bond portal terdahulu yaitu memberikan wadah perdagangan obligasi dengan menggunakan E-platform. Layak atau tidak, menurut saya kurang layak!. Ada beberapa pertanyaan yang membuat saya skeptical dengan keberhasilan ASEAN bond portal dalam waktu panjang (going concern).

Apakah ASEAN telah melakukan feasibility study dengan seksama?
Bagaimana dengan antisipasi terhadap perbedaan regulasi di masing-masing pasar modal? Tax, settlement, cross border investment, money laundering, transaction fee, commission and agency fee?
Bagaimana pula dengan regulasi portal keuangan seperti bond portal? Apakah sudah ada di masing-masing negara?
Berapa total biaya yang dibutuhkan masing-masing negara untuk mewujudkan suatu kondisi yang layak bagi terciptanya ASEAN bond portal?
Berapa lama waktu yang diperlukan sehingga ASEAN bond portal siap operasi?
Institusi mana yang akan ditunjuk sebagai penyelenggara?
Bagaimana dengan kompetisi yang datang dari penyelenggara portal lain? Apakah akan ada monopoly penggunaan e-platform dalam transaksi obligasi di pasar ASEAN?

Saya rasa dari pertanyaan-pertanyaan di atas, wajar bila saya bersikap skeptical terhadap keberhasilan bond portal tersebut. Dengan melihat kecepatan inovasi penyelenggara online stock trading, bukan tidak mungkin dalam waktu relative lebih singkat, institusi online stock trading mampu menciptakan jasa pelayanan yang sama. Apabila itu terjadi, bayangkan betapa sia-sianya biaya (yang pastinya sangat luar biasa besarnya) dalam melakukan persiapan ASEAN bond portal.

Keraguan saya yang berikut adalah bond portal memiliki keunikan tersendiri terutama dalam hal memahami mekanisme pasar online. Ini bukan sekedar membayangkan pembeli dan penjual bertransaksi di dunia maya tapi lebih dari itu. Ini sama dengan membuat Amazon.com atau Ebay.com dalam bentuk yang berbeda. Semua merupakan teknologi baru, inovasi baru dan sangat kompleks. Apakah para menteri keuangan tersebut memiliki pemahaman yang sangat kuat dalam hal online business? Apakah pengalaman dari keputusan yang keliru dari petinggi2 insitusi keuangan penyandang dana di asiabondportal.com bakal berbeda dengan keputusan para petinggi ASEAN?

Saya paham dan mendukung ideologi untuk menuju integrasi pasar keuangan ASEAN dan memang perlu dilaksanakan langkah-langkah menuju ke arah tersebut dengan inisiatif berasal dari pemerintah masing-masing negara anggota dan ASEAN.

Namun bond portal tetap merupakan wadah komersil yang memerlukan biaya dan menghasilkan pendapatan. Sehingga yang harus diletakkan terlebih dahulu adalah kelayakan secara bisnis bukan ideologi. Berikan terlebih dahulu justifikasi yang kuat mengapa ASEAN bermaksud “reinventing the wheel” dari bond portal yang gagal sekian tahun yang lalu dan berikan argumentasi komersil yang kuat bahwa bond portal yang satu ini pasti berhasil. Ada referensi menarik untuk dibaca dari discussion paper The World Bank untuk tambahan dalam memahami kelayakan ASEAN Bond Portal yaitu E-Finance in Emerging Markets: Is Leapfrogging Possible? Oleh Stijn Claessens, Thomas Glaessner, and Daniela Klingebiel.

Terlepas dari rencana ABP, masih banyak alternative lain untuk mewujudkan integrasi pasar keuangan ASEAN. Benahi dulu regulasi pasar keuangan, ciptakan standarisasi di lingkup ASEAN. Benahi dulu regulasi dan perpajakan cross-border investment, baru bicara cara meningkatkan transaksi dan likuiditas pasar secara regional.

Atau realisasikan gembar gembor rencana ASEAN Bond yang sudah bertahun-tahun jadi wacana.

2 comments:

Wazeen said...

thanks bro for your comment to my blog, btw right now I've been
starting to post in English, but however I still can't stop posting in Indonesian, because sometime I really want to post but I don't have a proper English structure in my mind so in that time I usually post in Indonesian.

Btw, are you in Japan right now? I was there also for about 15 days at the last June, I stayed in Tokyo, in Setagaya-Ku, near Chitose Funabashi st.

all the best
Wazeen

ika rahutami said...

mas rudi... aku ga komen dulu ya, tapi kalo boleh minta alamat email mas... ada yang mau aku email ke mas rudi
tx