Friday, March 14, 2008

Renungan Seputar Kejatuhan Carlyle Capital dan Keputusan TSLF

Eforia pasar terhadap proposal FOMC ternyata hanya berumur satu hari dan pasar kembali lesu. Lebih pendek usianya dibanding saat Bernanke memberikan addictive drug berupa pemotongan interest rate 75 point pada akhir January lalu. Para pelaku di pasar ternyata memilih untuk bersikap rasional (atau emosional?) dan kembali mempertanyakan efektifitas fasilitas yang diberikan terhadap pemulihan perekonomian US dari potensi resesi yang semakin terlihat jelas.

Terlepas dari sikap rasional maupun emosional, satu hal yang pasti adalah meningkatnya tingkat ketidak percayaan para pelaku pasar baik di US maupun di tingkat global terhadap kemampuan the Fed dalam mengendalikan situasi ekonomi dan keuangan saat ini.

Kejatuhan salah satu private equity terbesar yaitu Carlyle Capital (CC) juga merupakan refleksi dari sikap tegas institusi keuangan besar (yang bertindak sebagai lenders) untuk menyelesaikan masalah tanpa harus menggunakan fasilitas terbaru dari the Fed. Pihak lenders seperti Deustche Bank, J.P. Morgan, Merrill Lynch dan Bear Stearns telah menjual collateral dari CC pada hari yang sama keputusan TSLF dikeluarkan.

Portfolio dari CC terdiri dari MBS dengan rating AAA yang diterbitkan oleh Fannie Mae dan Freddie Mac dimana secara implisit mempunyai jaminan dari pemerintah US. Terkait dengan postingan saya sebelumnya, ini menandakan bahwa MBS maupun CDO yang bermasalah tidak lagi murni didominasi oleh subprime loan tapi juga terjadi di prime loan.

Hal menarik yang bisa dijadikan renungan kita bersama, pertama adalah satu pertanyaan mendasar mengenai keputusan FOMC. Apakah keputusan FOMC juga didasari atas desakan para kapitalis pemilik hedge-fund dan private equity yang sedang megap megap dikejar hutang?

Kedua, TSLF butuh dukungan dari bank, bila bank tidak menggunakan fasilitas yang diberikan secara optimal maka hasil yang dicapai tidak akan sesuai dengan ekspetasi the Fed. Apakah TSLF dapat menjadi tempat soft landing bagi permasalahan lenders versus borrowers sekarat seperti hedge fund dan private equity? Bila tidak, apa yang harus dilakukan oleh the Fed?

Dengan kondisi harga minyak yang sudah melambung diatas 110 dan konversi Yen/USD yang sempat menyentuh di bawah 100, maka pilihan terdekat yang dimiliki oleh the Fed hanyalah memotong suku bunga lagi. Atau ada pilihan lain?

Socialism for the rich?

6 comments:

Anonymous said...

http://johnitem.wordpress.com/2008/02/21/larry-williams-on-market-prediction/

Unknown said...

maaf nggak nyambung kommennya...
btw terimakasih atas kunjungannya

Anonymous said...

saya sama sekali buta ttg ekonomi dan politik. cuman sayang baru2 ikut org utk investasi di saham indonesia. Baru invest saja skrg sudah min 40%. bener2 sakit investasi ginian.

Mau tanya kepada ahli2. langkah apa yg seharusnya diambil oleh US utk menyelsaikan gejolak pasar modal ini supaya menjadi normal kembali??
Krn dgn memotong suku bunga, pajak, dan kali ini TSLF semua tdk bisa membantu.

terima kasih yang banyak

Socrates Rudy Sirait, PhD said...

Saya kira tidak ada jawaban pintas untuk pertanyaan anda yang bagus ini. US tengah menuju resesi yang dipicu permasalahan dari berbagai sektor sehingga dampaknya sangat mempengaruhi pasar keuangan di US.

Sebaiknya investasi dilakukan dengan informasi pasar dan pengetahuan teknis yang cukup sehingga kejadian spt anda bisa dihindari.

Anonymous said...

iya. habisnya baru jg ketemu blog anda 2 hari yg lalu. kl tdk kan udah minimal tau keadaan pasar disana. Kalau technical analysis baru belakangan ini mengerti itupun masih minim. So menrt anda akan berapa lama amerika akan dapat recover seandainya bener2 terjadi resesi?? atau apakah ini sebenernya resesi yg dibuat2 utk menjatuhkan partai republican?? Abu Dhabi dari Timteng, dan Temasek berani invest di Amerika, apakah mereka tau sbnrnya resesi amerika itu terlalu dilebih2kan??

trims

Socrates Rudy Sirait, PhD said...

Soal kaitan kebijakan moneter dan fiskal dengan strategy politik dari partai atau dikenal dengan political business cycle akan saya coba bahas dalam postingan berikut.

Tq