Saturday, March 15, 2008

Cerita Bail Out Itu Dimulai Dari Bear Stearns – Siapa Berikut?

Sebenarnya saya kurang sreg bila harus mengkaitkan analisis ekonomi dengan kondisi politik yang ada, walaupun sebenarnya bidang saya, global economy lahir dan berasal dari political economy. Bukan karena tidak suka tapi analisis ini, baru bisa valid kalau disertai berbagai referensi yang terkait dengan historical evidence. Butuh waktu yang panjang dan rasanya terlalu berat untuk ditulis di blog.

Setelah ditanya beberapa teman soal kemungkinan intervensi berbau politik di keputusan the Fed dalam melakukan bail out terhadap Bear Stearns, rasanya ada baiknya juga menyampaikan sekedar opini pribadi mengenai hal tersebut. Supaya tidak melebar, acuan saya adalah political business cycle yaitu kebijakan fiscal dan moneter yang lahir pada masa menjelang pemilihan umum dan dilakukan oleh pihak partai yang sedang berkuasa.

Beberapa kebijakan moneter dan fiscal penting di US yang lahir di awal 2008 adalah penurunan suku bunga, tax incentives, dan terakhir adalah TSLF. Kebijakan2 ini lahir melulu karena kondisi perekonomian US yang sedang menuju resesi. Hanya saja, ada kesan bahwa proposal tax incentives yang lalu sangat menguntungkan posisi politik pihak Republikan. Sedangkan kebijakan TSLF lebih menunjukkan sikap otoritas keuangan yang membela institusi keuangan (dan kapitalis) besar yang menurut saya kurang relevan untuk dikaitkan kepada partai politik tertentu.

Bila dikaitkan dengan bail out Bear Stearns, saya cenderung untuk mengatakan posisi strategis yang dimiliki Bear sebagai broker dealer (BD) besar menjadi alasan utama the Fed dalam mengambil keputusan. Bila Bear jatuh maka akan ada hipotesis bahwa kondisi serupa bakal terjadi di beberapa BD maupun investment bank (IB) lainnya. Pada akhirnya justru akan memperburuk kondisi pasar keuangan di US dan pasti melebar kemana mana. Jadi jelas, saya tidak melihat adanya unsur political business cycle (secara absolute) di dalam bail out ini. Namun demikian saya melihat bahwa alasan the Fed di atas berpotensi menimbulkan efek negatif di pasar dan publik di US (saya akan coba bahas pada postingan tersendiri).

Yang menjadi tanda tanya besar bagi saya adalah kinerja sebenarnya dari IB besar lainnya. Pernyataan nilai write off yang diderita Citigroup, Bank of China, Mizuho Bank, Merril Lynch, HSBC dan lainnya beberapa bulan terakhir mungkin saja masih jauh dari angka sebenarnya. Bukan tidak mungkin, dalam beberapa bulan ke depan, berita bail out terhadap IB besar menjadi cerita bersambung, dari satu bank ke bank lain. Tinggal kita lihat, seberapa besar kreativitas dan nilai seni bail out yang akan dilakukan otoritas keuangan berbagai negara.

Kalaupun BD dan IB lainnya mampu untuk survive dan tidak di bail out, satu hal yang pasti, kebijakan investasi mereka tidak akan agressive seperti sebelumnya. Investasi pada produk risiko tinggi akan berkurang drastis. Begitu pula alokasi investasi di emerging market akan berkurang. Jika ini terjadi, BEI pun akan merasakan dampak negatifnya.

Dampak yang pasti, cerita pilu Bear Stearns semakin merontokkan kepercayan investor dan pelaku pasar lainnya.

1 comment:

johannes said...

Maaf, Mksd saya gini pak Sirait.
Mungkinkah resesi amerika itu tidak separah yg dibicarakan. Apakah mgkn resesi ini terlalu dibesar2kan oleh pihak2 tertentu dgn tujuan utk membersihkan secara total kursi2 republican utk politik mendatang??
Melihat adanya Abu dhabi dan temasek yg telah menginvestasi di amerika terutama utk yg perusahaan yg bermasalah dgn kasus mortgage ini. Tentu saja ada perhitungan oleh analysis2 ternama dari kedua investor besar ini sebelum menginvest di amerika.

Dan saya bnyk mendengar rumors, masalah amerika ini akan selesai jika partai democrat yg menang. mgkn dgn cara bantuan investasi yg datang berbondong2 dari timur tengah.

oh yah, sebelumnya terimaksh krn telah mengulas ttg ini di blog anda. Dan maaf jika pemikiran2 saya ini tdk masuk akal hehehe.
maklum newbie, background IT hehehe.